Berita

KAMPUNG GAGOT

Banjarnegara – Banjarnegara punya destinasi menarik untuk liburan akhir pekan bersama keluarga. Inilah Kampung Gagot, wisata edukasi pertanian hingga peternakan.

Kampung Gagot di Desa Kutawuluh Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara menyuguhkan wisata berbeda. Di sini, wisatawan benar-benar menyatu dengan alam. Bahkan, mereka bisa belajar langsung seputar dunia pertanian, peternakan hingga perikanan.

Saat detikTravel menginjakkan kaki di kampung Gagot, sekilas tidak ada bedanya dengan desa wisata lainnya. Hanya ada papan bertuliskan Kampung Gagot dan dua gazebo.

Namun berawal dari gezebo ini, wisatawan diarahkan untuk keliling kampung. Di setiap rumah atau pekarangan, wisatawan berhenti untuk mendapat penjelasan terkait pertanian maupun peternakan.

“Di sini, kami menyampaikan cara menanam tanaman seperti terong, melon dan tanaman holtikultura lainnya. Mereka langsung praktik langsung,” kata manager pengelola Kampung Gagot, Amrulloh, Jumat (14/12/2018).

Selain itu, wisatawan juga diberitahu bagaimana membuat pupuk. Baik pupuk kandang maupun pupuk kompos. Amrulloh menuturkan, di kampung Gagot ini wisatawan juga bisa praktik langsung memberi makan hewan ternak.

“Misalnya, sapi, domba, kelinci dan burung. Para wisatawan juga dijelaskan cara merawat hewan-hewan ternak ini,” jelasnya.

Di perikanan, wisatawan tidak hanya diajarkan seputar merawat ikan, namun juga hal-hal lain. Misalnya, bagi wisatawan anak-anak diberi tempat untuk menangkap ikan kecil dan wisatawan dewasa disediakan tempat pemancingan.

“Harapannya, semuanya bisa menikmati. Anak-anak menangkap ikan di kolam kecil, bapak-bapaknya memancing dan ibu-ibunya memasak hasil pancingannya. Selain itu juga ada panahan ini maksutnya mengajarkan untuk mengusir hama,” paparnya.

Uniknya, semua hewan ternak dan tanaman dikelola oleh pemiliknya masing-masing. Jadi, Amrulloh menuturkan pemilik hewan berkewajiban membersihkan kandang serta menjelaskan kepada wisatawan.

“Kalau disediakan secara khusus tentu kami tidak kuat bayar. Sapi satu ekornya saja harganya puluhan juta. Jadi wisata edukasi ini melibatkan semua warga. Termasuk toilet, warga harus membersihkan toilet di rumah masing agar layak digunakan wisatawan,” ujarnya.

Untuk mengikuti wisata edukasi ini, wisatawan cukup membayar Rp 25 ribu untuk semua edukasi pertanian, perikanan dan peternakan. Namun, jika sekalian dengan menikmati olahannya, Rp 45 ribu per orang.

“Kalau Rp 25 ribu itu tidak dengan makan. Tetapi kalau mau sekalian makan menikmati hasil pertanian, perikanan wisatawan membayar Rp 45 ribu. Pulangnya, wisatawan membawa tanaman yang ia tanam sendiri di Kampung Gagot,” sebutnya.

Saat ini, wisata ini banyak dikunjungi siswa sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga, rumah warga juga dimanfaatkan untuk penginapan para wisatawan.

“Kalau menginap Rp 150 ribu itu juga sudah dengan makan. Sekarang ada siswa sekolah dari Tangerang. Beberapa bulan lalu ada yang dari Pekanbaru,” kata dia. (bnl/bnl)

 

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4344933/menyatu-dengan-alam-di-wisata-kampung-gagot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.